Sinusitis pada anak

Sinus adalah rongga berisi udara yang terletak pada tulang muka kita. Sinus dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan lokasinya yaitu sinus maksilaris (rongga di kedua tulang pipi), etmoidalis (rongga yang terletak antara dua mata), frontalis (rongga di dahi), dan sfenoidalis (rongga di belakang tulang hidung).

Apakah sinusitis itu?

Sinusitis adalah kondisi di mana seseorang menderita peradangan atau infeksi pada salah satu atau lebih rongga sinus. Tergantung usia anak, sinusitis dapat terjadi di rongga yang terletak antara dua mata, rongga kedua di tulang pipi. Kedua rongga sinus tersebut sudah ada sejak lahir. Semakin besar anak akan mulai terbentuk rongga sinus lainnya, yaitu rongga di dahi dan rongga di belakang tulang hidung. Sinus-sinus ini pun dapat terinfeksi.

Bagaimanakah gejala sinusitis?

Sinusitis mempunyai gejala seperti pilek, hidung mampet, sakit kepala, kadang disertai demam, batuk terutama malam hari, napas berbau, mimisan, sembab, dan perubahan tingkah laku. Seringkali sulit dibedakan antara batuk pilek biasa dengan infeksi sinus.

Pada batuk pilek juga mempunyai gejala yang sama, tetapi biasanya gejala menjadi berat sekitar hari ketiga atau keempat dan membaik setelah 7-10 hari. Pada sinusitis, gejala biasanya menjadi lebih buruk walaupun membaik dulu setelah 7-10 hari.

Penyebab sinusitis

Sinusitis disebabkan oleh infeksi pada rongga sinus, segala sesuatu yang menyebabkan tersumbatnya lubang sinus dapat menyebabkan timbulnya infeksi. Hal ini berarti batuk pilek atau flu, alergi atau infeksi bakteri dapat menjadi penyebabnya. Tersumbatnya lubang sinus juga dapat disebabkan oleh polip yang ditimbulkan oleh alergi atau infeksi kronik.

Sinusitis akut adalah peradangan/infeksi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya infeksi virus (merupakan faktor terpenting terjadinya sinusitis akut), alergi, kelainan anatomi seperti penebalan kerang hidung, tulang rawan hidung, kekurangan imunitas tubuh, aliran balik dari lambung ke kerongkongan dan infeksi jamur.

Umumnya penderita sinusitis akut sembuh setelah pemberian antobiotik selama 3 minggu. Pada sebagian anak gejalanya berlanjut sampai 2-3 bulan atau lebih, keadaan ini disebut sinusitis kronik. Pada anak dengan sinusitis kronik, gejala biasanya lebih ringan dan lebih lama.

Pemeriksaan apa yang perlu dilakukan pada kecurigaan sinusitis ?

Setelah gejala klinis dicatat, pemeriksaan penunjang THT yang perlu dikerjakan adalah pemeriksaan rontgen atau CT-scan dan endoskopi. Tujuannya untuk melihat keadaan hidung lebih dalam yang akan memberikan data lebih akurat.

Penanganan sinusitis

Pada sinusitis akut, biasanya dokter akan memberikan terapi antibiotik selama 3 minggu untuk membersihkan infeksi sinus. Pemeriksaan kultur tenggorok perlu untuk melihat pola kuman dan daya tahan terhadap antibiotik. Obat nasal decongestant atau nasal spray juga akan diberikan, ditambah dengan pemberian pemanasan (diatermi) oleh bagian rehabilitasi medis. Jika anak menderita sinusitis akut, gejala akan membaik dalam beberapa hari pertama. Setelah satu minggu biasanya anak sudah tampak jauh lebih baik, tetapi antibiotik harus tetap dilanjutkan, jika tidak maka infeksi akan kembali. Apabila sinusitis berkaitan dengan penyakit alergi, maka anak perlu dikonsultasikan ke bagian alergi.

Jika anak mengalami beberapa kali sinusitis akut dalam beberapa tahun atau mengalami sinusitis kronik yang tampaknya tidak ada perbaikan, maka dianjurkan untuk dilakukan operasi.

Bila sinusitis tidak ditangani dengan baik, maka akan terjadi komplikasi sinusitis kronik antara lain adalah selulita orbita (infeksi jaringan sekitar mata), osteomielitis (infeksi tulang), meningitis (infeksi selaput otak) dan abses. Dengan adanya pengobatan yang adekuat, komplikasi ini jarang terjadi.

Tips merawat anak dengan sinusitis

Yang dapat Anda lakukan pada anak dengan sinusitis yaitu perbanyak waktu istirahat si kecil, tidurkan dengan posisi miring sehingga memudahkan ia bernapas saat hidungnya tersumbat, beri minum air hangat yang cukup, kompres wajah anak dengan handuk hangat, berikan pelega hidung tetapi jangan lebih dari 3 hari dan tentunya tinggal di lingkungan yang bersih dari polusi.

Referensi :

  • Ionnidis JPA, Lau J. Technical report : evidence for diagnosis and treatment of acute uncomplicated sinusitis in children a systematic overview. Pediatrics. 2001; 108(3):e57.
  • Ramadhan HH, Lippiton L, Brown KR. Pediatrics sinusitis : medical treatment. Pediatr Otol. 2006. 1-11.

Bersumber Dari :
http://www.Anakku.net
Ditulis oleh: Dr. Agus Santoso, Spa. Dokter Spesialis Anak, RS Hermina Jatinegara.

Advertisements
This entry was posted in Kesehatan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sinusitis pada anak

  1. Pingback: Pengharum Ruangan Yang Mengakibatkan Gangguan Pada Kesehatan | Media Berita Indonesia

  2. Pingback: Sindrom Asperger, apakah itu? | Media Berita Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s